Salam
Assalamualaikum Wr. Wb.
Saat kita sadari bahwa kita hidup... kita bisa melihat, mendengar, dan merasakan.. , dalam artian pancaindera kita berfungsi normal. Apakah kita anggap bahwa orang yang terlahirkan buta, tuli dan tunagrahita benar-benar orang yang diberikan Tuhan tak dapat melihat, mendengar dan merasakan.
Benarkah itu???
Apakah sedangkal itu kita anggap bahwa yang diberikan cacat itu tak diberikan rasa... rasa yang menjadi hakekat kemanusiaan itu sendiri. Hakekat yang mengatakan dalam persaksian ruh " Siapakah Aku? Engkaulah Tuhan kami, wahai Tuhan " dan itulah persaksian yang kita anggap bagi orang tuna tsb tak diberikan melihat, mendengar dan merasakan. Mengapa kita menggiring mereka pada persepsi bahwa mereka tak bisa melihat, mendengar dan merasakan sehingga mereka pun merasa rendah atau sebagai manusia kelas 2... apakah persaksian itu anda kesampingkan....
Ok.. anda bisa bilang " Itu kan ada di alam ruh " . Tapi anda tak bisa menyangkal " Apakah anda hidup sekarang tanpa ruh??? " Jawablah itu dan pikirkan dengan jernih.
Persepsi kita telah membatasi... dikarenakan kita percaya yang kita lihat, dengar dan rasakan di dunia ini adalah yang kita yakini. Padahal dalam melihat kita di batasi spektrum cahaya, hanya pada cahaya tampak saja tak bisa kita lihat pada spektrum di atas atau di bawah frekuensi, begitu pula mendengar. Kita yang normal sebenarnya lebih buta, lebih tuli dan bebal daripada mereka.
Helen Keller berkata " Hal terbaik dan terindah yang tidak dapat dilihat dan disentuh oleh dunia adalah hal yang dirasakan dalam hati "
Tengoklah itu... Helen Keller adalah orang yang buta dan tuli, cobalah pikirkan jika anda buta dan tuli, apakah anda bisa mengenal dunia??? Tanpa melihat dan mendengar???
Mengapa Helen Keller bisa??? bahkan orang yang tersenyum di depannya dapat ia ketahui???
Tuhan menganugerahkan kita pancaindera tapi kita lupa, kita dibekali dengan hati, jiwa dan ruhani. Yang kita pelajari di sekolah hanya mengatakan bahwa fungsi mata tuk melihat, fungsi telinga tuk mendengar lalu apakah pengetahuan paham apa fungsi hati secara ilmiah, apakah ilmuan tahu fungsi jiwa, apakah professor havard mengetahui fungsi ruhani??? jawablah itu dan pikirkan dengan jernih.
Tanyakan itu dan coba anda tutup mata serta tutup telinga, anda rasakan seluruh semesta raya. Sentuh benda di sekitar anda, selama ini anda mengetahui seluruh benda dikarenakan perbedaan dimensi ruang, perbedaan warna, perbedaan pantulan cahaya, perbedaan massa, perbedaan frekuensi suara, perbedaan elasitas dll yang merupakan hukum-hukum fisika dalam pengetahuan. Bila anda kehilangan fungsi tsb apakah anda tak bisa membedakannya???
Anda pasti mengatakan " Aku tak bisa mengetahui warnanya, aku hanya paham fungsi benda ini, ini pensil ". Manusia mempunyai memori sentuh, dan ini pada orang yang normal, bagaimana dengan orang yang tidak normal karena lahir buta dan tuli.
Tuhan mempunyai rencana yang tidak bisa dijangkau manusia, karena dalam agama khususnya islam mempercayai bahwa seluruh benda adalah makhluk dan makhluk diberikan ruhani untuk hidup bahkan gunung yang kita anggap benda mati adalah hidup serta bertasbih kepada ALLAH SWT.
Persepsi kita mengatakan kita melihat dari mata, mendengar dari telinga padahal itu hanya alat kemanusiaan yang digerakkan oleh ruhani, yang sebenarnya kita rasakan bahwa ruhanilah yang kan menggetarkan alat kemanusiaan itu semua dengan rasa, rasa sejati yang ada dalam hati, jiwa yang telah dilatih oleh Tuhan dalam rahim ibunda selama 9 bulan sehinga dapat merasakan. Alam rahim yang menyiapkan makhluk-Nya, kekasih-kekasih-Nya untuk mengenal diri-Nya.
Beruntunglah anda yang terlahir normal, janganlah anda merendahkan yang tidak sempurna, bimbinglah saudara anda yang tak sempurna tsb dengan mengenal dirinya, bahwa dirinya adalah manusia makhluk yang sempurna yang diciptakan Tuhan dengan tangan-Nya.
Terima Kasih
Waalaikum salam Wr. Wb